BIOTA
PERAIRAN DAN FAKTOR FISIKO-KIMIA LINGKUNGAN
Alat-Alat Biota Perairan
- Botol Nansen
engambilan
sampel air adalah teknik yang digunakan untuk menganalisis air dari berbagai sumber
yang berbeda. Pengambilan sampel adalah suatu cara untuk mengambil jumlah kecil
dari sumber dan pengujian untuk memberikan informasi secara keseluruhan. Botol
nansen ini
dirancang pada tahun 1910 oleh penjelajah awal abad ke-20 dan ahli kelautan Fridtjof
Nansen dan dikembangkan oleh Shale Niskin.
Botol
nansen memiliki berat kuningan atau disebut pemberat (messenger) yang
akan terjatuh ke tali pemberat (messenger) mencapai botol, maka botol
akan tertutup oleh sebuah pegas katup di bawah dan diatas botol lalu
menjebak sampel air di dalamnya.
Cara kerja :
Botol nansen diturunkan
dari kapal dengan menggunakan bantuan tali yang diikat
pada botol nansen dan dipasang secara terbalik, setelah
itu diturunkan pada kedalaman laut yang diinginkan,
kemudian menggunakan bantuan massengger, botol
nansen yang dipasang terbalik tadi akan kembali
menutup secara otomatis, setelah di dalamnya terisi dengan air laut, setelah
itu botol nansen tersebut siap diangkat dari laut ke atas kapal.
· Kelebihannya :
Pengambilan
sampel air dengan cara mengambil jumlah kecil dari sumber dan diuji untuk
memberikan
informasi secara keseluruhan.
· Kekurangannya :
Hasil akhir
setelah mengambil sampel air , lalu melepaskan air kembali ke jalur air yang
diisi
dengan zat polusi
yang dapat merusak lingkungan.
2. Surber Net
Surber net merupakan alat untuk mengambil sampel
(benthos) pada daerah yang berarus air kuat dan dasar perairan berpasir halus
(sedikit berlumpur).
Cara kerja :
Surber net tersebut
diletakkan dengan bagian mulut jala melawan arus aliran air, dan daerah yang
dibatasi oleh alat ini dibersihkan (diaduk) sehingga benthos yang melekat pada
dasar perairan dapat hanyut dan tertangkap oleh Surber net.
elebihan
dan Kekurangan Surber Net
·
Kelebihannya :
Dalam
penggunaanya dipakai teknik menendang untuk dapat
mengumpulkan sampel dari dasar sungai tanpa memakai
peralatan berat dan rumit .
·
Kekurangannya :
Pengambilan
sampel dengan alat ini dilakukan secara
berulang-ulang.
3. Grab Sampler
Grab sampler berfungsi untuk mengambil
sedimen permukaan yang ketebalannya tergantung dari tinggi dan dalamnya grab
masuk kedalam lapisan sedimen. Alat ini bisa digunakan untuk mengambil sampel
sedimen pada perairan dangkal.
ara kerja :
Pengambilan sampel
sedimen dengan alat ini dapat dilakukan oleh satu orang dengan cara
menrunkannya secara perlahan dari atas boat agar supaya
posisi grab tetap berdiri
sewaktu sampai pada permukaan dasar perairan.
Pada saat penurunan alat, arah dan kecepatan arus
harus diperhitungkan supaya alat tetap konstant pada posisi
titik sampling.
·
Kelebihannya :
Keuntungan pemakaian grab sampler adalah lokasi sampel
dapat ditentukan dengan pasti jadi perkiraan kedalam perairan dapat diketahui.
· Kekurangannya
:
Kerugiannya adalah kapal harus berhenti sewaktu alat
dioperasikan, sampel teraduk, dan beberapa fraksi sedimen yang halus mungkin
hilang.
4. 4. Net Plankton
Plankton net merupakan jaring dengan
mesh size yang disesuaikan dengan plakton. Penggunaan jaring plakton selain
praktis juga sampel yang diperoleh cukup banyak. Jaring plankton net biasa
terbuat dari nilon, umumnya berbentuk kerucut dengan berbagai ukuran, tetapi rata-rata
panjang jaring adalah 4-5 kali diameter mulutnya.
Cara kerja :
etika kapal
berhenti, net plankton diturunkan sampai ke kedalaman yang diinginkan dengan
pemberat dibawahnya. Setelah itu net plankton ditarik keatas dengan kecepatan
konstan. Untuk mesh size halus digunakan kecepatan 0,5 m/detik untuk mata
jaring kasar 1,0 m/detik.
· Kelebihannya:
Penggunaan jaring plankton selain praktis juga sampel
yang diperoleh cukup banyak karena jaring plankton net
biasa terbuat dari nilon.
·
Kekurangannya :
1.
Dalam penggunaanya alat ini sulit untuk memperkirakan
jumlah air yang disaring.
2.
Plankton yang tertangkap sangat bergantung pada ukuran
mesh size, maka ukuran mesh diamati.
3.
Bagian akhir ujung jating terdapat bucket adalah alat
penampung plankton yang telah terkumpul yang tidak dapat menampung air terlalu
banyak.
5. 5. Secchi Disk
Secchi disk digunakan untuk melihat seberapa
jauh jarak (kedalaman) penglihatan seseorang ketika melihat ke dalam perairan. Meskipun,
piringan secchi sebagai alat ukur kecerahan perairan dalam mengukur
transparansi air, perolehan datanya masih perkiraan, alat ini sering digunakan
karena bentuk dan penggunaannya yang simpel. Meskipun saat itu ada alat lain
yang lebih akurat dalam mengukur tingkat kecerahan perairan yaitu fotometer.
Cara kerja :
Piringan diturunkan ke dalam air
secara perlahan menggunakan pengikat/tali sampai pengamat tidak melihat
bayangan secchi. Saat bayangan pringan sudah tidak tampak, tali
ditahan/berhenti diturunkan. Selanjutnya secara perlahan piringan diangkat
kembali sampai bayangannya tampak kembali.
· Kelebihannya
:
Alat ini
sering digunakan karena bentuk dan penggunaannya yang praktis.
· Kekurangannya
:
Sebagai alat ukur kecerahan perairan dalam mengukur
transparansi air, perolehan datanya masih sebatas perkiraan atau tidak terlalu
akurat
6. Saringan
Bertingkat
Saringan bertingkat fungsinya untuk
proses penyaringan/pemisahan
berdasarkan perbedaan ukuran partikel
mulai dari ukuran yang besarnya sampai berukuran mini.
Cara kerja :
Meletakkan sampel tanah
diatas penyaringan yang sudah dipasang bertingkat, lalu menyiram sampel
tersebut dengan air dan menunggukan beberapa saat agar partikel yang berukuran
kecil bisa sampai berada di bagian bawah.
Faktor-Faktor Biologi, Kimia dan Fisikia
yang Mempengaruhi Perairan
1. Biologi
a.
Produsen
Produsen dalam
lingkungan laut merupakan faktor utama yang menentukan produktuvitas perairan.
Yang bertindak sebagai produsen adalah fitoplankton dan ganggang lainnya.
Fitoplankton adalah tumbuh-tumbuhan air yang berukuran kecil, ia
melayang-layang di air dan merupakan organisme perairan yang menjadi makanan
utama bagi ikan-ikan berukuran sedang
dan kecil. Ia mampu memproduksi makanannya sendiri melalui proses fotosintesis
(autotrof).
b.
Konsumen
Terdiri atas berbagai
hewan air yang hidup di laut seperti zooplankton, benthos, dan nekton (ikan).
Zooplankton adalah sebuah koloni (kelompok) yang terdiri dari berbagai-jenis
hewan kecil yang sangat banyak jumlahnya. Bentos adalah organisme yang hidup di
dasar perairan baik yang menempel pada pasir maupun lumpur. Sedangkan nekton
adalah hewan-hewan perairan yang dapat bergerak aktif di perairan. Semua
organisme yang berlaku sebagai konsumen tersebut merupakan organisme heterotrof
di lingkungan perairan.
c.
Dekomposer
Organisme perairan yang
bertindak sebagai pengurai atau pembusuk bahan-bahan organik dan anorganik
seperti jenis bakteri pengurai (Nitrobacter sp.) dan jamur. Peranan
mikroorganisme ini sangat vital dalam lingkungan perairan karena dengan
kehadiran dekomposer yang sangat menentukan perubahan lingkungan lautan.
2.
Kimia
a.
Salinitas
Salinitas adalah
banyaknya zat terlarut. Zat padat terlarut meliputi garam-garam anorganik,
senyawa-senyawa organik yang berasal dari organisme hidup, dan gas-gas
terlarut.
b.
Oksigen Terlarut
Oksigen terlarut
merupakan kebutuhan dasar untuk kehidupan tanaman dan hewan di dalam air.
Kehidupan makhluk hidup di dalam air tersebut tergantung dari kemampuan air
untuk mempertahankan konsentrasi oksigen minimal yang dibutuhkan untuk
kehidupannya.
c.
Derajat Keasaman (pH)
Nilai pH air yang
normal atau netral yaitu antara pH 6 sampai pH 8. Air yang pH-nya kurang dari 7
bersifat asam, sedangkan yang pH-nya lebih dari 7 bersifat basa. Tanah yang
bersifat asam akan mengakibatkan pelarutan dan ketersediaan logam berat yang
berlebihan dalam tanah
d.
Unsur Hara (nutrien)
Sebagian besar
unsur-unsur kimiawi yang diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan dan binatang terdapat
dalam perairan dalam jumlah lebih dari cukup, sehingga kekurangannya tak perlu
dipertimbangkan sebagai faktor ekologi.
3.
Fisika
a.
Suhu
Proses metabolisme
hanya berfungsi di dalam kisaran suhu yang relatif sempit, biasanya antara 0 –
40 0C, tetapi ada juga organisme yang mampu mentolerir suhu sedikit di atas dan
sedikit di bawah batas-batas tersebut, misalnya ganggang hijau-biru yang hidup
pada suhu 85 0C di sumber air panas.
b.
Kecerahan/Kekeruhan
Tingkat kecerahan
menyatakan tingkat cahaya yang diteruskan ke dalam kolom air dan dinyatakan
dalam persentase (%), dari beberapa panjang gelombang yang ada yang jatuh agak
lurus pada permukaan air.
c.
Kecepatan Arus
Arus di permukaan
merupakan pencerminan langsung dari pola angin yang bertiup pada waktu itu.
Jadi arus permukaan ini digerakan oleh angin dan begitupun arus dibawahnya ikut
terbawa.
d.
Gelombang
Gerakan
gelombang mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap organisme dan komunitas
dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Makin tingginya gelombang, maka makin
besar tenaganya memukul pantai. Ada tiga faktor yang menentukan besarnya
gelombang yang disebabkan oleh angin yakni kuatan hembusan, lamanya hembusan
dan jarak tempuh angin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar