Senin, 30 November 2015

BIOTA PERAIRAN DAN FAKTOR FISIKO-KIMIA LINGKUNGAN



BIOTA PERAIRAN DAN FAKTOR FISIKO-KIMIA LINGKUNGAN
Alat-Alat Biota Perairan 
  1. Botol Nansen

engambilan sampel air adalah teknik yang digunakan untuk menganalisis air dari berbagai sumber yang berbeda. Pengambilan sampel adalah suatu cara untuk mengambil jumlah kecil dari sumber dan pengujian untuk memberikan informasi secara keseluruhan. Botol nansen ini dirancang pada tahun 1910 oleh penjelajah awal abad ke-20 dan ahli kelautan Fridtjof Nansen dan dikembangkan oleh Shale Niskin. Botol nansen memiliki berat kuningan atau disebut pemberat (messenger)  yang akan terjatuh ke tali pemberat (messenger) mencapai botol, maka  botol akan tertutup oleh sebuah pegas katup di  bawah dan diatas botol lalu menjebak sampel air di dalamnya.
Cara kerja :
Botol nansen diturunkan dari kapal dengan menggunakan bantuan tali yang diikat pada botol nansen dan dipasang secara terbalik, setelah itu diturunkan pada kedalaman laut yang diinginkan, kemudian menggunakan bantuan massengger, botol nansen yang dipasang terbalik tadi akan kembali menutup secara otomatis, setelah di dalamnya terisi dengan air laut, setelah itu botol nansen tersebut siap diangkat dari laut ke atas kapal.
·  Kelebihannya :
Pengambilan sampel air dengan cara mengambil jumlah kecil dari sumber dan diuji untuk
memberikan informasi secara keseluruhan.
·  Kekurangannya :
Hasil akhir setelah mengambil sampel air , lalu melepaskan air kembali ke jalur air yang diisi
dengan zat polusi yang dapat merusak lingkungan.
2.   Surber Net

Surber net merupakan alat untuk mengambil sampel (benthos) pada daerah yang berarus air kuat dan dasar perairan berpasir halus (sedikit berlumpur).
Cara kerja :
Surber net tersebut diletakkan dengan bagian mulut jala melawan arus aliran air, dan daerah yang dibatasi oleh alat ini dibersihkan (diaduk) sehingga benthos yang melekat pada dasar perairan dapat hanyut dan tertangkap oleh Surber net.
elebihan dan Kekurangan Surber Net
· Kelebihannya :
Dalam penggunaanya dipakai teknik menendang untuk dapat mengumpulkan sampel dari dasar sungai tanpa memakai peralatan berat dan rumit .
· Kekurangannya :
Pengambilan sampel dengan alat ini dilakukan secara
berulang-ulang.

     3.  Grab Sampler
Grab sampler berfungsi untuk mengambil sedimen permukaan yang ketebalannya tergantung dari tinggi dan dalamnya grab masuk kedalam lapisan sedimen. Alat ini bisa digunakan untuk mengambil sampel sedimen pada perairan dangkal.
ara kerja :
Pengambilan sampel sedimen dengan alat ini dapat dilakukan oleh satu orang dengan cara menrunkannya secara perlahan dari atas boat agar supaya posisi grab tetap berdiri
sewaktu sampai pada permukaan dasar perairan. Pada saat penurunan alat, arah dan kecepatan arus harus diperhitungkan supaya alat tetap konstant pada posisi titik sampling.
· Kelebihannya :
Keuntungan pemakaian grab sampler adalah lokasi sampel dapat ditentukan dengan pasti jadi perkiraan kedalam perairan dapat diketahui.
· Kekurangannya :
Kerugiannya adalah kapal harus berhenti sewaktu alat dioperasikan, sampel teraduk, dan beberapa fraksi sedimen yang halus mungkin hilang.

4.      4.  Net Plankton
Plankton net merupakan jaring dengan mesh size yang disesuaikan dengan plakton. Penggunaan jaring plakton selain praktis juga sampel yang diperoleh cukup banyak. Jaring plankton net biasa terbuat dari nilon, umumnya berbentuk kerucut dengan berbagai ukuran, tetapi rata-rata panjang jaring adalah 4-5 kali diameter mulutnya.
Cara kerja :
etika kapal berhenti, net plankton diturunkan sampai ke kedalaman yang diinginkan dengan pemberat dibawahnya. Setelah itu net plankton ditarik keatas dengan kecepatan konstan. Untuk mesh size halus digunakan kecepatan 0,5 m/detik untuk mata jaring kasar 1,0 m/detik.
· Kelebihannya:
Penggunaan jaring plankton selain praktis juga sampel
yang diperoleh cukup banyak karena jaring plankton net
biasa terbuat dari nilon.
· Kekurangannya :
1.      Dalam penggunaanya alat ini sulit untuk memperkirakan jumlah air yang disaring.
2.      Plankton yang tertangkap sangat bergantung pada ukuran mesh size, maka ukuran mesh diamati.
3.      Bagian akhir ujung jating terdapat bucket adalah alat penampung plankton yang telah terkumpul yang tidak dapat menampung air terlalu banyak.

5.      5.   Secchi Disk
Secchi disk digunakan untuk melihat seberapa jauh jarak (kedalaman) penglihatan seseorang ketika melihat ke dalam perairan. Meskipun, piringan secchi sebagai alat ukur kecerahan perairan dalam mengukur transparansi air, perolehan datanya masih perkiraan, alat ini sering digunakan karena bentuk dan penggunaannya yang simpel. Meskipun saat itu ada alat lain yang lebih akurat dalam mengukur tingkat kecerahan perairan yaitu fotometer.
Cara kerja :
Piringan diturunkan ke dalam air secara perlahan menggunakan pengikat/tali sampai pengamat tidak melihat bayangan secchi. Saat bayangan pringan sudah tidak tampak, tali ditahan/berhenti diturunkan. Selanjutnya secara perlahan piringan diangkat kembali sampai bayangannya tampak kembali.
· Kelebihannya :
Alat ini sering digunakan karena bentuk dan penggunaannya yang praktis.
· Kekurangannya :
Sebagai alat ukur kecerahan perairan dalam mengukur transparansi air, perolehan datanya masih sebatas perkiraan atau tidak terlalu akurat
6.      Saringan Bertingkat
Saringan bertingkat fungsinya untuk proses penyaringan/pemisahan berdasarkan perbedaan  ukuran partikel mulai dari ukuran yang besarnya sampai berukuran mini.
Cara kerja :
Meletakkan sampel tanah diatas penyaringan yang sudah dipasang bertingkat, lalu menyiram sampel tersebut dengan air dan menunggukan beberapa saat agar partikel yang berukuran kecil bisa sampai berada di bagian bawah.

Faktor-Faktor Biologi, Kimia dan Fisikia yang Mempengaruhi Perairan
1.      Biologi
a.       Produsen
Produsen dalam lingkungan laut merupakan faktor utama yang menentukan produktuvitas perairan. Yang bertindak sebagai produsen adalah fitoplankton dan ganggang lainnya. Fitoplankton adalah tumbuh-tumbuhan air yang berukuran kecil, ia melayang-layang di air dan merupakan organisme perairan yang menjadi makanan utama bagi ikan-ikan  berukuran sedang dan kecil. Ia mampu memproduksi makanannya sendiri melalui proses fotosintesis (autotrof).
b.      Konsumen
Terdiri atas berbagai hewan air yang hidup di laut seperti zooplankton, benthos, dan nekton (ikan). Zooplankton adalah sebuah koloni (kelompok) yang terdiri dari berbagai-jenis hewan kecil yang sangat banyak jumlahnya. Bentos adalah organisme yang hidup di dasar perairan baik yang menempel pada pasir maupun lumpur. Sedangkan nekton adalah hewan-hewan perairan yang dapat bergerak aktif di perairan. Semua organisme yang berlaku sebagai konsumen tersebut merupakan organisme heterotrof di lingkungan perairan.
c.       Dekomposer
Organisme perairan yang bertindak sebagai pengurai atau pembusuk bahan-bahan organik dan anorganik seperti jenis bakteri pengurai (Nitrobacter sp.) dan jamur. Peranan mikroorganisme ini sangat vital dalam lingkungan perairan karena dengan kehadiran dekomposer yang sangat menentukan perubahan lingkungan lautan. 
2.      Kimia
a.       Salinitas
Salinitas adalah banyaknya zat terlarut. Zat padat terlarut meliputi garam-garam anorganik, senyawa-senyawa organik yang berasal dari organisme hidup, dan gas-gas terlarut.
b.      Oksigen Terlarut
Oksigen terlarut merupakan kebutuhan dasar untuk kehidupan tanaman dan hewan di dalam air. Kehidupan makhluk hidup di dalam air tersebut tergantung dari kemampuan air untuk mempertahankan konsentrasi oksigen minimal yang dibutuhkan untuk kehidupannya.
c.       Derajat Keasaman (pH)
Nilai pH air yang normal atau netral yaitu antara pH 6 sampai pH 8. Air yang pH-nya kurang dari 7 bersifat asam, sedangkan yang pH-nya lebih dari 7 bersifat basa. Tanah yang bersifat asam akan mengakibatkan pelarutan dan ketersediaan logam berat yang berlebihan dalam tanah
d.      Unsur Hara (nutrien)
Sebagian besar unsur-unsur kimiawi yang diperlukan oleh tumbuh-tumbuhan dan binatang terdapat dalam perairan dalam jumlah lebih dari cukup, sehingga kekurangannya tak perlu dipertimbangkan sebagai faktor ekologi.
3.      Fisika
a.       Suhu
Proses metabolisme hanya berfungsi di dalam kisaran suhu yang relatif sempit, biasanya antara 0 – 40 0C, tetapi ada juga organisme yang mampu mentolerir suhu sedikit di atas dan sedikit di bawah batas-batas tersebut, misalnya ganggang hijau-biru yang hidup pada suhu 85 0C di sumber air panas.
b.      Kecerahan/Kekeruhan
Tingkat kecerahan menyatakan tingkat cahaya yang diteruskan ke dalam kolom air dan dinyatakan dalam persentase (%), dari beberapa panjang gelombang yang ada yang jatuh agak lurus pada permukaan air.
c.       Kecepatan Arus
Arus di permukaan merupakan pencerminan langsung dari pola angin yang bertiup pada waktu itu. Jadi arus permukaan ini digerakan oleh angin dan begitupun arus dibawahnya ikut terbawa.
d.      Gelombang
Gerakan gelombang mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap organisme dan komunitas dibandingkan dengan daerah laut lainnya. Makin tingginya gelombang, maka makin besar tenaganya memukul pantai. Ada tiga faktor yang menentukan besarnya gelombang yang disebabkan oleh angin yakni kuatan hembusan, lamanya hembusan dan jarak tempuh angin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar